Ragam Bahan Pilihan Baju Kerja yang Nyaman Dipakai

ragam bahan pilihan baju kerja

Apakah anda adalah seorang pekerja? Bagaimana anda menjalani rutinitas kerja harian? Ternyata banyak faktor yang dapat mempengaruhi mood kita saat bekerja lho, salah satunya adalah pilihan baju kerja yang kita pakai.

Memilih baju kerja yang baik ternyata tak semudah membayangkannya. Banyak parameter yang harus kita pertimbangkan. Mulai dari model baju, ukuran hingga bahan yang ingin digunakan. Di pasaran cukup banyak bahan yang bisa dibeli per meter, tapi apakah semua bahan itu cocok untuk dibuat baju kerja?

Di samping itu, memang sih ada baju kerja langsung jadi alias siap pakai, tapi mencari baju jadi yang benar-benar cocok ukurannya dengan kita bukan hal yang mudah juga. Oleh karena itu, pilihan terbaik sebenarnya adalah mencari bahan sendiri lalu menjahitnya sendiri—maksud saya menyewa tukang jahit untuk mengerjakannya untuk kita. Nah, berikut beberapa pilihan bahan baju kerja yang umum digunakan.

Bahan Katun


Bahan katun adalah bahan paling populer untuk dijadikan baju apapun, tentu saja termasuk baju kerja. Katun ini berasal dari serat alami yaitu serat kapas. Kain katun memiliki beberapa kelebihan seperti tidak pas, gampang menyerap keringat, tidak mudah kusut, tidak luntur saat dicuci dan sebagainya. Nah, baju kerja yang dapat dibuat dengan bahan ini adalah kemeja formal.

Bahan Drill


Pernahkah anda mendengar bahan bernama Japanese Drill atau American Drill? Bahan drill ini cukup diminati lho, terutama sebagai bahan pilihan baju kerja. Dibandingkan dengan katun, bahan ini lebih tebal. Dulunya drill sering dijadikan bahan untuk seragam militer, namun sekarang sudah umum dipakai untuk pembuatan seragam kantor. Cuma biasanya bahan drill tidak dipakai sendiri, melainkan dipadukan dengan bahan dasar seperti katun dan bahan lainnya.

Bahan Tropical


Pernahkah anda mendengar bahan tropical? Jujur, saya juga baru tahu jenis bahan ini. Nah, bahan ini kerap dijadikan bahan untuk seragam kantoran lho. Kain tropical ini dijual di pasaran dengan beberapa merek dengan harga yang beragam

Bahan Wool


Selain katun, bahan kain dari serat alam lainnya yang sering dijadikan bahan pilihan baju kerja adalah wool atau wol. Bahan ini lebih sering dijadikan bahan jas karena lebih tebal dari katun. Kelebihan dari wol adalah lebih tahan terhadap panas sehingga tidak mengkilat pada saat dibentuk dengan setrika yang sangat panas.

Bahan Semi Wool


Bahan semi wool adalah bahan wol yang telah dicampurkan dengan bahan sintetis, salah satunya adalah poliester. Keunggulan bahan ini adalah harganya yang lebih murah dibandingkan wol murni. Hanya saja, terkadang standar bahan tidak jelas karena kadar campuran dapat mempengaruhi sifat dari kain atau bahan.

Bahan Sintetis


Bahan pilihan baju kerja terakhir adalah bahan sintetis atau bahan buatan. Salah satu bahan sintetis yang paling umum digunakan adalah poliester. Bahan ini kerap digunakan untuk membuat jas dan blazzer. Nah, keunggulan dari bahan ini adalah sifatnya yang elastis dan tebal. Selain itu bahan ini kuat dan tidak mudah kusut sehingga cocok digunakan untuk membuat baju kerja. Kekurangannya adalah bahan ini tidak sehalus dan seadem bahan dari serat alami seperti katun dan wol.

Pada akhirnya, mengenakan baju kerja yang aman dan nyaman adalah suatu kebutuhan yang dapat berpengaruh kepada produktivitas kerja kita. Ketika baju kerja yang kita gunakan nyaman, maka kita bisa bekerja dengan nyaman pula. Sebaliknya, jika baju kerja itu tidak nyaman, bisa jadi mood kita dalam bekerja dapat terpengaruh olehnya. Oleh karena itu, jangan sampai salah pilih bahan baju kerja ya.

Belanja dan Jualan Online di Blibli.com Sama Untung Berkat Pelayanan Retur, Asuransi Pengiriman dan Merchant Care

Saat pertama kali mencoba belanja online dulu saya dihantui oleh berbagai ketakutan. Contohnya takut barangnya tidak sampai, takut ditipu sama penjualnya. Ataupun jika barangnya sampai, takut tidak sesuai dengan deskripsi seperti rusak dan sebagainya. Pasalnya saat berbelanja online, kita tidak bisa cek langsung fisik barang, hanya bisa mengandalkan kepercayaan pada penjual dan toko online-nya.

Ya, benar-benar kepercayaan. Namun, jangan mudah percayaan juga. Ada juga orang-orang tidak bertanggung jawab yang berusaha merugikan pelanggan. Jadi kita harus jeli melihat mana kira-kira penjual yang amanah alias dapat dipercaya. Lantas, bagaimana kita bisa mengetahui ini? Nah, cara-cara berikut ini bisa dipertimbangkan oleh buyer atau pembeli sebelum belanja.

1. Pilihlah penjual yang sudah terverifikasi

Sebelum memutuskan untuk belanja online di suatu tempat, usahakan belanja pada toko/penjual/merchant yang sudah terverifikasi. Memang lebih baik belanja pada akun official dari suatu merek sih, tapi jika pun tidak pilihlah yang sudah terverifikasi oleh marketplace tempatnya berjualan. Misalnya beberapa contoh di bawah ini

penjual official blibli.com
Tangkapan layar dari Blibli.com

2. Jika pun belum, perhatikan rating penjual

Namun jika penjual yang ingin kamu beli produknya belum terverifikasi atau ditandai sebagai official merchant, kamu bisa memperhatikan rating penjual di marketplace. Semakin bagus rating-nya maka itu akan semakin terpercaya. Tingkatan rating dan prestasi itu juga ada, di Blibli.com misalnya. Mulai dari Silver, Gold hingga Diamond.

badge prestasi penjual blibli.com
Tangkapan layar dari Blibli.com

3. Baca review pada produk yang dijual oleh toko

Jangan lewatkan juga untuk membaca review atau ulasan produk yang akan kamu beli tersebut. Pastikan bahwa review-nya baik dan kalau bisa banyak. Agar kamu tahu bagaimana respon pembeli terhadap produk yang dikirimkan oleh penjual terkait.

4. Jangan tergiur dengan harga yang jauh lebih murah dari umumnya

Ini yang sering menjadi gerbang ketertipuan kita oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Jangan pernah tergiur dengan harga yang sangat murah alias tidak wajar. Sebab bisa jadi yang dijual itu barang fiktif atau barang palsu. Lebih baik kita beli agak mahal tapi terjamin kualitas dan keasliannya.

5. Belanjalah pada toko atau marketplace yang memiliki pelayanan purna jual yang baik

Terakhir, untuk menanggulangi jika ada hal yang tidak baik terjadi pada barang yang kita beli, belanjalah pada toko online atau marketplace yang memiliki layanan purna jual yang baik. Apaan tuh layanan purna jual? Itu layanan yang bisa kamu dapatkan setelah suatu produk dibeli. Misalnya perlindungan konsumen seperti pelayanan retur atau pengembalian barang, asuransi pengiriman dan sebagainya.

Ada toko yang memberikan itu? Ya, ada, contohnya adalah Blibli.com. Tidak hanya memanjakan pembeli, Blibli.com juga memberikan kenyamanan dan dukungan penuh terhadap penjual lho.

Jualan Online di Blibli.com Lebih Untung Berkat Pelayanan Retur, Asuransi Pengiriman dan Merchant Care


Bisnis e-commerce atau perdagangan elektronik memang berkembang pesat saat ini. Berbagai orang dari berbagai kalangan berlomba-lomba untuk bisa meraup untung dari berjualan online. Nah, jika kamu punya keinginan untuk jualan online juga, kamu mesti jeli memilih toko online atau marketplace tempatmu berjualan.

Tidak hanya kemudahan dalam menjual produk, pastikan toko online yang kamu pilih juga memberikan pelayanan purna jual yang prima. Sebagaimana yang sudah kita bahas sebelumnya, hal yang sangat urgen sekali untuk membangun kepercayaan calon pembeli adalah dengan layanan purna jual ini. Beruntungnya, Blibli.com sebagai marketplace kenamaan di Indonesia memberikan pelayanan retur dan asuransi pengiriman pada setiap produk yang kamu jual.

Mengapa Pelayanan Retur Penting?


Adanya fasilitas pelayanan retur ini sangat penting lho, ini sejenis garansi kepada konsumen terkait produk yang kamu jual. Garansi ini bagian dari perlindungan konsumen atas haknya untuk mendapatkan barang yang dibelinya secara online. Dengan adanya pelayanan retur, konsumen tidak akan ragu dan takut berbelanja seperti yang gambarkan di awal tulisan tadi.

Blibli.com sangat memikirkan penjual dan pembeli di platform mereka, sehingga memberikan informasi yang terbuka tentang cara menggunakan fasilitas layanan retur atau pengembalian produk yang tidak sesuai pesanan dan sebagainya.

Pengembalian produk di Blibi.com sangat mudah lho, pembeli cukup melengkapi formulir pengembalian produk dan kirim produk kembali ke Blibli. Cara lengkapnya adalah sebagai berikut:
  1. Login ke akun Blibli kamu, baik via dekstop, mobile web dan aplikasi
  2. Pilih menu atau tab "Pengembalian Produk" dan pilih "Ajukan Pengembalian Produk"
  3. Pada tab "Pesanan Selesai" pilih produk yang ingin kamu kembalikan, pilih "Pengembalian Produk" dan lengkapi formulir
  4. Isi formulir dengan lengkap dan bubuhkan alasan mengapa produk ingin dikembalikan, setelah itu konfirmasi pengajuan
  5. Setelah pengajuan pengembalian produk diterima, kamu bisa mencetak label pengembalian produk untuk ditempel di paket yang akan dikembalikan
  6. Bungkus paketnya dengan rapi dan kirimkan ke alamat gudang retur Blibli. Jangan khawatir, biaya pengiriman produknya akan diganti Blibli kok
  7. Lebih detailnya, kamu bisa lihat video di bawah ya


Asuransi Pengiriman


Setiap merchant atau seller yang berjualan di Blibli juga tidak perlu khawatir akan keamanan dari produk yang dikirim, pasalnya Blibli memberikan jaminan dengan asuransi pengiriman. Blibli menjamin dari proses pembelian hingga pengiriman produk, produk itu terjamin akan sampai ke tangan pembeli.

Pun jika ditemukan masalah dalam proses pengiriman seperti produk lama sampai atau belum tiba, bahkan jika mengalami kerusakan saat diterima, Customer Care Blibli siap sedia 24/7 untuk menerima pengaduan pelanggan.

Nah, hebatnya lagi, jika pelanggan diberikan dukungan dengan Customer Care, penjual diberikan dukungan penuh dengan Merchant Care. Sehingga baik belanja dan jualan di Blibli.com sama-sama untung.

Lantas apa itu Merchant Care Blibli.com?

Merchat Care Blibli.com Buat Jualan Online Jadi Nyaman


Merchant Care adalah pusat bantuan atau call center yang disediakan khusus untuk membantu penjual mengatasi kesulitan dalam berjualan di Blibli.com. Dengan adanya merchant care ini siapapun menjadi mungkin untuk berjualan online, bahkan yang belum pernah berpengalaman sama sekali.

Lantas, bagaimana cara menghubungi Merchant Care Blibli?

Penjual bisa menghubungi Blibli via email di merchant.care@blibli.com atau telepon di 021-5797-7777. Layanan merchant care ini buka setiap hari lho dari pukul 08.00 - 22.00 WIB. Jadi jangan khawatir dengan akhir pekan atau hari libur.

Perlindungan Konsumen Adalah Salah Satu Kunci Sukses Berjualan


Kegiatan berjualan tidak akan ada artinya ketika tidak ada konsumen atau pembeli yang mau memboyong produk kita. Hei, itu sama ceritanya dengan cinta yang bertepuk sebelah tangan--sama ngenesnya. Oleh karena itu, penjual yang smart pasti mau memberikan perlindungan konsumen seperti asuransi pengiriman, pelayanan retur dan sebagainya.

Saya jadi teringat sebuah pepatah lama bahwa "pembeli adalah raja". Yes, itu mungkin masih relevan dengan zaman sekarang. Nah, untuk melayani "raja" ini tentu kita harus memberikan pelayanan terbaik dan memastikan hak-haknya aman.

Blibli sebagai marketplace atau platform jualan online sadar betul bahwa konsumen dan penjual adalah prioritas mereka. Hal itu mendorong mereka menciptakan banya terobosan untuk membuat kedua pihak tersebut dapat berjual-beli dengan aman dan nyaman di Blibli.com. Untuk penjual misalnya, ada banyak fasilitasnya, jadi akan sangat membantu sekali bahkan bagi pedagang pemula (lihat gambar di akhir tulisan ya).

So, kamu sendiri kepikiran untuk jualan online tidak? Jika iya, Blibli.com siap menjadi partner terbaik untuk kegiatan berjualan online-mu.[]


7 Tips Mendapatkan IPK Tinggi Saat Kuliah

Rasanya hampir semua mahasiswa punya mimpi mendapatkan IPK tinggi di setiap akhir semester. Pun kalau ada yang tidak, itu mah dianya yang gak serius kuliah. Tapi sayangnya, mendapatkan IPK yang tinggi bukan hal yang mudah. Terlebih bagi mereka yang kuliah di jurusan atau fakultas pelit nilai, sebut saja Teknik ataupun Kedokteran! *oopss

Tapi Sob, tidak ada yang tidak mungkin selama kita berusaha. Berusaha belajar dengan optimal dan tentu juga mengetahui rahasia agar mendapatkan IPK yang tinggi. Well, ini lho tips raih IPK tinggi selama di kampus. Praktekin ya!

Know Your Self

Tentu sebelum berangan-angan mendapatkan IPK tinggi kamu mesti mengukur kemampuanmu. Di bagian mana kamu kuat, dan di bagian mana kamu lebih. Bagian kuatmu adalah sesuatu yang akan menolong mendobrak IPK-mu, sementara bagian yang lemah itulah yang mesti kamu tekuni lebih dalam.


Pilih Mata Kuliah dan SKS yang Tepat

Tinggi atau rendahnya IPK seorang mahasiswa juga ditentukan oleh mata kuliah yang dia ambil, serta porsi SKS yang ia tempuh. Sederhananya begini, kamu harus bisa nge-mix mata kuliah sulit dan mudah. Jangan sekonyong-konyong ngumpulin semua mata kuliah sulit. Sulit di sini bisa pelajarannya, total SKS-nya, atau bahkan yang ada praktikum dan tugas yang seabrek. Intinya, pandai-pandai berstrategi ya Sob.

Atur Rencana dan Strategi

Tahap selanjutnya dalam tips mendapatkan IPK tinggi ini adalah merancang target nilai yang ingin kamu capai. Dengan memiliki target kamu akan terpacu untuk berjuang lebih keras. Kalau perlu sih tempel target-target itu di dinding kamar, di tempat-tempat yang mudah dilihat hingga di wallpaper HP. Soal strategi, salah satu yang paling efektif adalah mengenali karakter dosen dan cara penilaiannya. Maksimalkan porsi nilai yang bisa kamu capai, semisal tugas dan proyek, agar bisa mendongkrak nilai kalau UTS dan UAS nya kurang memuaskan.

Hindari Dosen Killer

Ada dosen yang kita udah rajin masuk, bikin tugas, ikut ujian tapi dikasih nilai gagal juga. Adaaa. Ada juga yang kita gak salah apa-apa tapi kena semprit. Adaa. Ada yang nilainya gaib banget. Adaa. Dosen seperti ini sedapat mungkin mesti kamu hindari, Sob. Namun kalau gak bisa dihindari juga, cara tahu cara menaklukkan sang dosen agar IPK-mu selamat.

Jangan Malas Masuk Kelas

Ada sih mahasiswa yang pengen dapat IPK tinggi tapi malas masuk kelas. Gimana ceritanya coba? Emangnya IPK bagus itu bisa didapatkan dengan cara instan? Gak! Kalau mau dapat nilai bagus ya rajin masuk, kalau bisa duduk di depan terus biar dosen akrab sama wajah dan namamu.

Catat dan Ulang

Jika tips raih IPK tinggi sebelumnya sudah kamu cobakan, sisanya tinggal rajin mencatat pelajaran dan mengulangnya di lain kesempatan, saat di kos atau di manapun. Pelajaran yang diulang-ulang akan mudah dipahami dan bertahan lama. Catatlah dengan rapi, jangan sampai malah kamu gak ngerti sama tulisanmu sendiri.

Mandiri

Bedanya anak kuliahan sama anak SMA/sederajat, mereka gak perlu diingat-ingatkan lagi sampai nyinyir. Mereka sudah dewasa untuk bisa tahu mana yang baik dan mana yang buruk untuk diri mereka sendiri. Intinya, sebagai mahasiswa kita harus bisa bersikap dewasa dan bijak. Kemudian juga mesti tegas pada diri sendiri. Hasil yang baik selalu didahului oleh proses yang baik. Jadi lakukanlah yang terbaik!

Baca juga : 7 Cara Hidup Sederhana Bagi Anak Muda

Nah, itulah tadi beberapa tips raih IPK tinggi selama di kampus. Tips ini tidak akan ada gunanya kalau kamu tidak serius menjalaninya. IPK tinggi itu adalah hadiah bagi orang yang sudah berusaha sekuat tenaga. Jadi selamat berusaha, semoga sukses.

Ingin Bangun Rasa Percaya Diri? 7 Kiat Ini Patut Kamu Coba

Ketika melihat diri saya di masa lalu, saya jadi berdecak "kok bisa ya dulu saya sepemalu itu?". Yah saat ini pun masih pemalu meski tidak sepemalu dulu. Tapi yang penting, asal tidak malu-maluin, bukan? Well, soal rasa malu ini, tahukah kamu bahwa ia sangat berkaitan dengan rasa percaya diri? Cara terbaik untuk mengatasi sifat pemalu, tentu saja dengan membangun rasa percaya diri. Namun, pertanyaannya bagaimana cara meningkatkan rasa percaya diri itu?

Sebelum itu, kamu mungkin bisa menilai seberapa tinggi tingkat kepercayaan dirimu sendiri. Hal ini sangat penting lho, pasalnya rendahnya kepercayaan diri dan gangguan mental itu memiliki kaitan yang erat. Bukan nakut-nakutin, ada lho kasus gangguan jiwa seperti depresi atau borderline personality disorder yang ciri utamanya adalah rendahnya tingkat kepercayaan diri.

Kepercayaan diri yang rendah membuat seseorang mudah minder. Orang ini akan memandang dunia sebagai tempat yang tidak aman dan selalu berasumsi bahwa dia adalah korban segala situasi. Hmm, tiba-tiba saya jadi ingat salah seorang tokoh fiksi yang kemarin ini filmnya booming. Namun terlepas dari itu, rasa percaya diri mesti dibangun karena ketika kita kehilangan rasa percaya diri maka kita juga kehilangan kesempatan untuk mengubah keadaan jadi lebih baik.

Kamu tentu tidak ingin hal itu terjadi, bukan?

Kalau begitu, kamu harus bangun rasa percaya dirimu. Beberapa tips berikut ini agaknya dapat membantumu dalam meningkatkan tingkat percaya diri. Yuk, disimak!

Cara Membangun Rasa Percaya Diri

#1 Kenali dirimu terlebih dahulu

Hal pertama yang perlu kamu lakukan ketika ingin meningkatkan rasa percaya diri adalah mengenali dirimu sendiri. Hal yang membuat kita minder atau tak percaya diri itu umumnya adalah kelemahan kita, sebaliknya yang membuat kita percaya diri adalah kelebihan/kekuatan kita. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kedua hal ini, bukan?

Adanya kelebihan untuk digunakan sebaik mungkin dan terus diasah, sedangkan kekurangan untuk diatasi dengan sebisa mungkin. Lakukanlah hal-hal yang memang diri kita bisa, karena kita akan percaya diri dengannya.

#2 Biasakan berpikir positif

Satu hal yang membuat diri kita sering tak percaya diri karena kita kebanyakan berpikir negatif. Begini dan begitu. Ketika dihadapkan pada sebuah masalah, kita buru-buru menganggap diri kita tidak mampu. Sugesti negatif itulah yang membuat rasa percaya diri kita rendah. Cobalah untuk berpikir positif dan percaya pada kemampuanmu sendiri.

#3 Perbaiki penampilan jika diperlukan

Terkadang penampilan bisa menjadi faktor yang membuat kita tidak percaya diri juga lho. Misalnya bau badan atau penampilan urak-urakan. Oleh karena itu, memperbaiki penampilan juga perlu dilakukan. Boleh dicoba, selama benar-benar "diperbaiki" ya, bukan "diperburuki".

#4 Beralih ke pola hidup sehat

Cara membangun rasa percaya diri selanjutnya adalah dengan beralih ke pola hidup sehat. Lho kok? Benar kok. Pasalnya banyak orang yang tidak percaya diri karena kelebihan berat badan dan sebagainya. Oleh karena itu, perhatikan juga pola hidup kita.

#5 Bersikap baiklah terhadap orang lain

Bersikap baik pada orang lain juga akan membantu meningkatkan rasa percaya diri lho. Pasalnya, ketika kita bersikap baik pada orang, orang lain akan segan terhadap kita. Perasaan segan ini menghadirkan perasaan menghargai. Kesudahannya, kita akan lebih berani tampil karena orang-orang akan menghargai.

#6 Fokus pada hal-hal yang kamu sukai

Mungkin tak semua hal yang memang dapat kita lakukan dengan baik. Lagipula kita tidak punya banyak waktu untuk mempelajari semuanya. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk fokus pada hal-hal yang kita sukai saja. Minimal, kita dapat menikmati hal tersebut dan melakukannya dengan perasaan yang lebih positif.

Baca juga: Rahasia Membagi Hati Agar Tak Pernah Sempit

#7 Move on! Belajar memaafkan diri sendiri dan orang lain

Jangan tenggelam pada kesalahan masa lalu. Ketika perasaan bersalahmu tidak berkesudahan, kamu akan terus kesulitan untuk membangun rasa percaya diri. Belajarlah untuk memaafkan dirimu sendiri dan orang lain. Percayalah, itu akan membantumu menjadi orang yang lebih tangguh.

Kesudahannya, rasa percaya diri itu sangatlah penting dalam proses kita mencapai segala sesuatu. Orang yang tingkat kepercayaan dirinya rendah, jangankan membuat pencapaian, dia bahkan bisa mundur sebelum mulai berjuang. Padahal ya, banyak hal di dunia ini yang perlu diperjuangkan. Saya yakin kamu adalah pejuang yang tangguh. Tentu dengan tidak mengabaikan beberapa kiat yang telah dituliskan tadi. Semoga bermanfaat.[]

Jualan Online Semakin Untung dengan Fasilitas Gratis Foto Produk dari Blibli.com

Sewaktu saya tengah sibuk dengan laptop, istri saya juga sibuk dengan ponsel. Sebuah video dari YouTube diputarnya dengan volume yang besar. Dari curi-curi dengar, saya tahu kalau doi lagi menyimak sebuah video motivasi bisnis bersama seorang pebisnis sukses—seorang pengusaha yang memiliki pabrik cat dan bisnis lainnya.

Apa yang terbayang bagi anda ketika mendengar sebuah cerita sukses bisnis?

Sebagian kita mungkin masih berpikir bahwa suksesnya bisnis itu tergantung pada bakat, tapi sebenarnya bakat hanya memiliki kontribusi yang kecil sedangkan yang lebih besarnya adalah usaha.

Dalam video yang istri saya tonton tersebut misalnya, narasumber (narsum) menceritakan perjuangannya belajar bisnis semenjak kecil. Kala itu, ia pernah menjadi penjual telur asin. Saat berjualan, ia yang masih bocah tergoda untuk memakan satu butir telur, tapi niat itu buru-buru ia urungkan. Ia teringat akan sesuatu. Jika ia memakan 1 butir telur, itu berarti ia harus menjual 10 butir telur, sebab harga sebutir telur adalah 10 rupiah sedangkan untung penjualan 1 butir telur hanya 1 rupiah.

Sepintas tampak sepele, tapi itu adalah prinsip yang penting dalam berdagang: mengetahui perhitungan untung dan rugi.

Ngomong-ngomong tentang telur asin, di masa kemajuan seperti sekarang ini, produk jajanan ini sudah jarang kita temukan. Adapun beberapa, paling yang dijajakan di terminal atau di atas bus kota, selebihnya hampir tidak ada. Selain itu, mungkin hanya bisa ditemukan di toko online yang serba ada, Blibli.com contohnya.

Sampai telur asin ada yang jual online lho (Sumber: Blibli.com) 

Semakin sedikitnya penjual telur asin barangkali disebabkan karena bergesernya selera masyarakat—terutama milenial. Oleh karena itu, para pelaku bisnis hendaknya berusaha meng-update jualan mereka juga ke versi selanjutnya. Untuk telur asin sendiri, bahkan kini sudah ada versi “bakar”-nya.

Selain meng-update versi produk, hal yang juga tak kalah penting adalah membuat media promosi dengan ciamik, sehingga menarik calon pembeli untuk melakukan closing—bahasa marketing-nya begitu.

Nah, salah satu media promosi yang penting pakai banget adalah foto produk. Agar promosi kita melejit, foto produk harus ciamik. Saya pribadi termasuk orang yang peduli dengan ini—khususnya ketika saya coba berjualan waktu itu.

Ternyata Produk Fotografi Itu Tidak Mudah

Beberapa bulan yang lalu saya pernah coba jualan buku. Buku ini adalah buku yang saya tulis sendiri dan diterbitkan secara indie. Konon katanya, belum bisa mengaku penulis kalau belum punya buku. Lantaran belum punya buku meski sudah sejak 2011 menulis, akhirnya saya buat satu lah ya.

Dua bulan lebih berlalu dan akhirnya saya telah menyelesaikan buku saya, satu dus buku sampai ke kontrakan dan saya mulai berpikir “ini buku mau dibagaimanakan”. Ya, memang mau dijual, tapi bagaimana cara terbaik untuk berjualan?

Karena keterbatasan sumber daya, akhirnya saya putuskan untuk menjualnya di media sosial saja. Jumlah bukunya juga belum seberapa. Hanya 100 eksemplar saat itu, dan saya harus menghabiskannya dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Kesudahannya, saya mulai mencoba memfoto buku jualan saya itu—dengan kemampuan fotografi apa adanya. Dan, meskipun sudah berkali-kali ambil foto, kok tidak bagus-bagus juga ya. Barulah kemudian saya sadar, "ternyata produk fotografi itu tidak mudah ya".

Berikut beberapa foto buku saya yang diambil dengan pengetahuan fotografi seadanya—dan itu cuma modal ponsel pula.


Standar banget ya fotonya? Mana background-nya cuma karpet.

Setelah itu, saya kedapatan ide agar fotonya lebih menarik. Saya bawa bukunya ke luar ruangan dan menjadikan pohon tanaman hias sebagai latar belakang.


Jadi sedikit lebih lumayan, bukan? Tapi tetap saja belum memuaskan. Masih gelap-gelap gitu. Hmm.

Well, satu hal yang saya sesali dari kegiatan belajar jualan waktu itu adalah ketidakberanian saya untuk mencoba berjualan online di marketplace. Padahal sekarang kan zamannya sudah serba mudah, mau jual online sudah gampang. Selain itu, di marketplace kita juga diberikan pelatihan dan pendampingan. Hebatnya lagi, kita bisa dapatkan fasilitas foto produk gratis agar materi promosi makin kece, hingga beberapa fasilitas lainnya yang memanjakan penjual atau merchant.

“Memangnya ada marketplace yang begitu, Da?”

Ada dong, Blibli.com namanya.

Jualan di Blibli.com, Nikmati Fasilitas Gratis Foto Produk dan Lainnya

Meskipun saat ini saya tengah lanjut kuliah di pascasarjana dan istri seorang pegawai di perusahaan daerah, kami kerap berpikiran untuk mencoba mengais rezeki dengan berdagang alias berjualan.

“Ayo Da, kita bisnis, jualan!” serunya.

“Boleh, tapi kita jualan apa ya?” tanya saya balik.

Sebenarnya ide untuk jualan itu sudah banyak. Kami pernah kepikiran untuk jualan kerupuk, nanti dijual ke kolega dan via online juga. Sampai-sampai pernah terbesit ide di benak saya untuk coba jualan buah ciplukan—hanya karena nemu pohon ciplukan di samping rumah.

Itu lho, buah liar yang ternyata punya banyak khasiat untuk kesehatan. Dan setelah saya cari di internet ternyata 1 kg ciplukan harganya hingga ratusan ribu!

Dalam hati saya berpikir “kalau dijual online bakal bagus ini”, akhirnya saya coba-coba juga foto buah ciplukan ini—biar tampak menarik kalau mau dijual. Eh, tahunya setelah beberapa kali foto, hasilnya kurang memuaskan.




Sepertinya memang lebih baik kalau difoto menggunakan kamera mumpuni, lengkap dengan studio dengan pencahayaan ekstra. Tentu lebih baik kalau difotokan oleh profesional.

Tapi masalahnya, ini bisnis mau dimulai, takut-takutnya justru lebih besar pasak dari pada tiang jika harus membeli perangkat fotografi + studio, atau justru menggunakan jasa profesional. Tapi sekarang, saya dan kamu yang ingin mencoba mengais rezeki dengan jualan online tidak perlu khawatir, karena ada fasilitas foto produk gratis dari Blibli.com untuk para merchant.

Ada pun cara mendapatkan fasilitas ini sangat gampang lho, teman-teman. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan fasilitas khusus Blibli.com ini:

#1 Daftarkan diri menjadi merchant terlebih dahulu

Sebelum bisa menikmati fasilitas foto produk gratis tentu kamu harus terdaftar sebagai merchant di Blibli.com dulu, dong. Pendaftarannya tidak susah kok, kamu hanya perlu menyelesaikan 3 langkah mudah agar bisa berjualan di Blibli.com. Dimulai dari mengisi informasi akun, informasi toko, dan informasi administrasi.

#2 Hubungi Merchant Care

Setelah mendaftar, untuk menikmati fasilitas foto produk gratis ini, kamu harus menghubungi layanan Merchant Care. Merchant Care merupakan call-center khusus untuk penjual yang akan membantu kita mengatasi kesulitan dalam berjualan. Pssst, layanan ini salah satu fasilitas Merchant Corner yang sangat membantu bagi penjual lho.

#3 Kirim Produk Kamu ke Blibli.com

Setelah menghubungi Merchant Care dan sudah "janjian", barulah setelah itu kamu bisa mengirimkan sampel produkmu untuk difoto. Pastikan dikemas dengan baik agar produk tidak rusak sehingga foto yang dihasilkan maksimal dan ciamik.

#4 Produk Kamu Akan Difoto di Studio Blibli oleh Fotografer Profesional

Setelah produkmu diterima oleh Blibli, produk tersebut akan dibawa ke studio foto Blibli. Tenang saja, peralatan di studio ini canggih-canggih sehingga hasil fotonya akan cantik--yah, tidak seperti hasil foto buku dan ciplukan saya di atas yang cuma diambil dengan ponsel tanpa pengetahuan fotografi yang cukup juga.

Bahkan, jika produkmu adalah produk fashion, Blibli bahkan menyediakan model yang sudah berpengalaman lho!

#5 Foto Produk Dikirimkan ke Kamu

Semua hasil jepretan tentu akan diseleksi dulu baru dikirimkan yang terbaiknya kepada kamu. Untuk info lebih lanjut, Merchant Care siap mendengar dan memberikan bantuan kepada para merchant. Jadi jangan sungkan.



Nah, selain fasilitas foto produk gratis ini, merchant Blibli juga bisa menikmati berbagai fasilitas di Merchant Corner lainnya. Fasilitas-fasilitas ini sangat membantu untuk membuat kita mendapatkan untung yang tidak tanggung-tanggung lho. Semua demi kenyamanan kita jualan online.

Apa saja sih fasilitas Merchant Corner itu? Kamu bisa baca pada gambar di bawah ini.



Meskipun kita adalah merchant baru, kita bisa menikmati semua fasilitas di atas lho. Pun kalau misalkan belum punya banyak ilmu dalam berjualan online, jangan khawatir. Karena ada 2 fasilitas ekstra yang bisa membuatmu semakin mahir dalam berjualan.

Dua fasilitas itu adalah Blibli University, di mana kamu bisa belajar berjualan online meski tidak pernah punya pengalaman sama sekali; dan Komunitas Blibli Seller, yang membuat kita terhubung dengan penjual lainnya dan berbagi inspirasi pengembangan bisnis bersama.

Berbagai acara kerap digelar oleh Blibli Seller lho, kamu bisa pantengin di Instagram-nya dan menonton berbagai rekaman acara yang penuh inspirasi dari Blibli. Intip dan follow akun instagramnya di sini: @blibliseller


Promosi Ciamik, Untung Jualan Semakin Naik

Nyatanya gambar atau foto bukan sebatas pelengkap dalam martketing--ia bahkan 1000 kali lebih dari pada itu.
Pernahkah kamu mendengar istilah "satu gambar bermakna seribu kata"? Nyatanya itu bukan omong kosong belaka. Sebuah gambar yang kuat memang mampu berbicara seribu kata. Gambar mampu menyentuh emosi dari orang yang melihatnya. Jika dibawakan pada ilmu jualan, maka gambar mampu membuat orang tertarik dengan apa yang kita tawarkan.

Selain itu, menggunakan gambar atau foto yang menarik dalam berjualan juga bisa memberikan kamu kemudahan lho. Pertama, sebuah gambar/foto yang menarik akan mempersingkat waktu calon pembeli untuk mempertimbangkan produk kamu layak dibeli atau tidak. Sebab biasanya pembeli itu akan mempertimbangkan "look" dari produk yang ditawarkan.

Kedua, foto produk yang baik mampu menjawab kegusaran calon pembeli dengan produk yang sedang dicarinya. Kalau kita cuma pasang foto produknya saja, orang akan kebingungan seperti apa kalau itu dipakai. Sebesar apa, bagus nggak kalau di badan, dan sebagainya. Terutama produk fashion, akan lebih baik kalau foto produk kita lengkap dengan modelnya.

Sekarang coba perhatikan dua gambar di bawah ini:


Di antara 2 gambar di atas, mana yang lebih kamu suka?

Kalau saya suka yang sebelah kanan. Kenapa? Ya, karena saya bisa tahu kalau dipakai panjang lengannya segitu. Ini sepertinya ukurannya tidak longgar, lehernya juga tidak terlalu lebar.

Dan bukankah calon pembeli butuh informasi yang demikian?

Jika semua informasi yang dibutuhkan calon pembeli sudah dipenuhi oleh sebuah foto, maka bukan tak mungkin penjualan akan semakin meningkat--yang tentu akan menguntungkan kita sebagai penjual. Sederhananya, jualan bisa semakin untung karena foto yang digunakan (sebagai media promosi) menarik.

Cumaaaa.... memang mendapatkan foto produk yang ciamik itu bukan perkara mudah. Butuh waktu untuk membuat foto yang menarik. Selain itu juga butuh uang yang tidak sedikit untuk menyewa model, peralatan untuk pencahayaan, hingga kamera yang mumpuni. Belum lagi penyuntingan foto yang bisa saja membuat foto menjadi lebih baik atau bahkan lebih buruk.

Tapi, kamu tidak perlu khawatir...

Dengan menjadi penjual atau merchant Blibli.com, kamu bisa dapatkan fasilitas foto produk secara gratis. Sudah gitu, Blibli bahkan sediakan model untuk sesi pemotretannya--khusus untuk produk fashion. Fotografer dan peralatannya juga tidak sembarangan, profesional semua.
Sesuai dengan motonya, tidak hanya berbelanja, berjualan di Blibli juga merupakan "Big Choices Big Deals"
Yuk, mari bersepakat dengan diri sendiri, jadilah bagian dari Blibli Seller hari ini--tanpa nanti-nanti. Kenapa? Ya, karena sudah banyak orang telah meraih kesuksesan dalam berjualan online bersama Blibli.

Tak percaya? Tonton video di bawah artikel ini ya.[]

Nyobain Jadi Local Guide, Sampai Bela-belaan Hunting di Akhir Pekan

Sebagai sebuah perusahaan teknologi besar, Google memiliki banyak fitur dan aplikasi. Salah satu dari yang banyak tersebut adalah Google Maps. Di Google Maps sendiri banyak fiturnya. Salah satunya adalah sistem yang dinamakan Local Guide.

Jadi, Local Guide itu semacam pemandu lokal. Mereka, para local guide, bisa memberi nilai dan ulasan terhadap tempat, menambahkan foto, menambahkan tempat baru sampai menyarankan penyuntingan. Komunitas Local Guide ini juga banyak, bahkan sering ada gathering atau acara ngumpul-ngumpulnya.

Kecanduan Jadi Local Guide

Beberapa waktu yang lalu, sekitar seminggu yang lalu, saya iseng mendaftarkan diri sebagai seorang Local Guide. Pendaftarannya cukup mudah, secara akun Google sudah tersinkronisasi dengan perangkat Android saya. Tinggal klik dan klik dan jadilah.

Setelah pendaftaran, saya kira saya harus mengunjungi tempat-tempat untuk bisa memulai “pekerjaan”, tapi ternyata saya bisa mendapatkan poin dari memberikan nilai, ulasan sampai foto pada tempat-tempat yang pernah saya kunjungi sebelumnya. Wah, akhirnya sibuklah jemari saya untuk mencari poin memberikan kontribusi.

Yang menyenangkan dari kegiatan jadi Local Guide ini adalah level dan badge atau katakanlah “lencana”-nya. Jadi seperti main game—dan kebetulan saya adalah gamer dulunya, sebelum insyaf.

Ngunjungi Mesjid Buat Ambil Foto

Sabtu (20/7) siang, kebetulan saat menunggu istri yang sedang ikut program tahsin, saya menyempatkan diri untuk mampir ke Mesjid Raya Sumatera Barat—mesjid ikonik megah kebanggaan masyarakat Minang itu. Setelah memarkir motor, saya mulai berkeliling mencari foto.

Dengan ponsel saya ambil beberapa foto di beberapa sudut lingkungan masjid. Masyaa Allah memang Mesjid Raya Sumatera Barat itu cantik. Bangunannya. Tamannya. Banyak orang yang kerap mampir ke sana untuk berwisata reliji—bahkan ada yang datang dengan 3 buah bus pariwisata besar.

Saat hunting foto, sekelompok wisatawan meminta bantuan saya untuk mengambilkan foto mereka. Memang ada yang kurang kalau berkunjung tanpa mengambil foto. Apalagi di zaman yang serba digital sekarang ini. Saya pribadi sih sempat terpikir untuk mengambil swafoto—itu adalah sesuatu yang biasa dilakukan pengunjung, namun saya urungkan karena saya kurang terbiasa berada dijepret kamera.

Nah, ini beberapa foto dari hasil hunting saya akhir pekan lalu.





Tak Tegaan Memberikan Ulasan

Ahad minggu lalu, saya bersama keluarga mampir makan di sebuah rumah makan pinggir pantai. Itu kali pertama saya untuk makan di sana, pasalnya pantai tersebut kampung saya. Namanya juga di kampung, kalau makan di rumah bisa kenapa harus makan di luar yang mesti bayar?

Cuma karena kemarin itu ditraktir tante dan suaminya, kesempatan nih kata saya. Akhirnya saya aktifkan Google Maps, mengambil beberapa foto dan membuat ulasan.

Pas ngasih ulasan, saya awalnya bingung mau kasih berapa bintang. Dikasih rendah kasihan, dikasih tinggi padahal rasanya biasa-biasa saja. Akhirnya saya putuskan untuk memberi 4 bintang, meskipun kemudian istri berkomentar

“Padahal rasanya so so saja, bohong nih ulasannya.” celutuknya. Tapi soal lidah kan bisa relatif ya.


Penutup

Well, seperti kata orang banyak bahwa bahagia itu sederhana. Foto-foto yang saya ambil kemudian saya unggah ke Google Maps. Meskipun masih amatiran, namun beberapa foto saya sudah dilihat oleh banyak orang. Saya merasa senang karena bisa menambahkan sesuatu yang menurut saya cukup membantu orang lain.

Intinya, akhir pekan adalah waktu yang bisa kita gunakan untuk sejenak melupakan rutinitas kerja atau belajar. Di akhir pekan kita bisa berkumpul bersama keluarga, mengambil me time, berolah raga dan semacamnya. Nah, itu sedikit cerita tentang akhir pekan saya.

Bagaimana dengan akhir pekanmu?

P.S. Saya baru level 4 di Local Guides, kayaknya untuk sampai ke level puncak bakal sangat lama ya

Hal Berkesan Ketika Saya Nyoba Naik Transportasi Online

Photo by Afif Kusuma on Unsplash
Ketika transportasi online atau daring sedang marak-maraknya, saya sama sekali tidak tertarik untuk mencoba. Pertama, karena saya sudah terlanjur nyaman naik angkutan kota—meski sering ngetem-nya. Kedua, karena ongkosnya lebih mahal. Oleh karena itu, ketika masih di kota domisili, saya tak berpikir untuk mencoba itu. Kecuali ketika saya berkesempatan ke luar kota.

Ngomong-ngomong, saya kurang sepakat dengan penamaan jenis transportasi tersebut sebagai transportasi online. Pasalnya yang online kan bukan transportasinya melainkan hanya metode pemesanannya saja. Mungkin bisa dicari istilah lain yang lebih tepat. 

Apa dong coba? Saya juga lagi malas mikir, eh. 

Terlepas dari itu, transportasi daring ini menurut saya cukup menguntungkan. Dari kacamata penumpang, paling tidak ada beberapa benefit yang ditawarkan. Semuanya akan saya bahas di bawah.

Keuntungan Menggunakan Transportasi Online

#1 Lebih praktis
Keuntungan pertama tentu di segi kepraktisannya. Kurang praktis apa coba, kita hanya perlu menekan-nekan layar ponsel pintar, kemudian ojek atau taksinya sudah berada di depan (rumah) kita.

#2 Tidak memerlukan trayek
Selain praktis, benefit lainnya dari jenis transportasi ini adalah tidak memerlukan trayek. Kamu bisa pergi ke manapun—selagi masih dalam jangkauan operasi—meskipun jalan tersebut bukan merupakan jalan utama kota.

#3 Lebih ekslusif
Tidak seperti angkutan umum, angkutan daring ini lebih ekslusif. Mulai dari kursi hingga tersedianya pendingin pada taksi online. 

#4 Lebih nyaman
Soal kenyamanan tak perlu dipertanyakan—meskipun itu relatif. Paling tidak suspensi mobil taksi online lebih bagus dari angkot apalagi bus kota, bukan? 

#5 Lebih keren, pastinya
Pas turun dari taksi online itu seperti kita diantar kendaraan pribadi, padahal sebenarnya nyewa. Lebih keren dan gaya. 

Terbantu dengan Adanya Transportasi Online Saat Saya Keluar Kota

Sebenarnya saya adalah tipe orang yang nyaman di rumah—alias tidak ke mana-mana, hanya saja saat ada urusan pekerjaan mau tidak mau ya harus berangkat. Beberapa waktu yang lalu saya pernah menyambangi Bali, Jakarta dan Bandung. Faktanya, meskipun itu adalah kota besar saya sama sekali tidak familiar. 

Buktinya ketika turun dari pesawat di Bandara Internasional Ngurah Rai sekitar 2 tahun yang lalu. Saya dan teman benar-benar tidak tahu kalau ada gesekan yang cukup kuat antara pengemudi taksi online dengan konvensional. Sampai-sampai mereka tidak boleh mengambil sewa ke dalam kawasan bandara. Pada akhirnya saya terpaksa naik taksi konvensional yang lebih mahal. 

Usut punya usut, lewat bincang-bincang dengan pihak terkait, ternyata agar bisa menyewa taksi online untuk jemput ke bandara mesti pesan sebelum sampai ke luar dulu. Maksudnya pesan saat masih berada di dalam bangunan utama bandara, kemudian janjian dengan sopirnya mau dijemput di mana. Ditambah sedikit drama kalau kita dijemput sama teman, jadi bisa nolak tawaran kawanan taksi konvesional. 

Ribet juga sebenarnya, tapi saya tidak tahu bagaimana sekarang. Apakah gesekan itu masih ada? Mungkin teman-teman ada yang tahu. 

Ketika melancong ke Jakarta dan Bandung pun saya kerap menggunakan taksi online untuk mobilisasi. Praktis dan nyaman. Hanya saja ada satu hal yang berkesan bagi saya, yaitu sopir taksinya yang minta uang tambahan untuk bayar karcis tol dan parkiran. Yah, wajar sih ya, soalnya kalau mereka yang bayarkan bisa jadi untung yang didapatkan sedikit atau malah bisa rugi.

Baca juga: Pengalaman Salat di Bali yang Sukses Bikin Saya Nangis

Penutup

Transportasi online, sebagai model transportasi kekinian, memang memberikan warna baru terhadap industri pertransportasian kita. Hanya saja, setiap kemajuan tentu memiliki dua sisi mata pisau. Tidak sedikit juga cerita tindak kriminal yang dilakukan oknum transportasi online, sehingga kabarnya penyedia layanan sampai merilis fitur “bagikan perjalanan” untuk meningkatkan rasa aman dari penumpang.

Pada akhirnya, apapun itu, kita sebagai pengguna tetap harus hati-hati dalam menggunakan transportasi online. Di akhir tulisan ini saya mengajak teman-teman semua, yuk mari jadi pengguna yang bijak.

Ini Lho Sayuran dengan Zat Besi Tinggi

Salah satu zat atau nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh adalah zat besi. Kebanyakan orang tahu bahwa sumber utama zat besi adalah daging merah, cuma daging kan mahal dan tidak semua orang bisa makan daging. Nah, kabari baiknya selain daging merah ternyata ada lho sayuran dengan zat besi tinggi yang bisa kita konsumsi.

For your information nih, zat besi itu sangat dibutuhkan oleh tubuh. Salah satu manfaat utamanya adalah untuk mengangkut oksigen ke aliran darah. Tapi itu baru satu manfaat zat besi bagi tubuh lho teman-teman. Selain itu zat besi juga merupakan komponen utama pembentukan hemoglobin yang merupakan bagian dari sel darah merah. Zat besi juga bermanfaat dalam metabolisme tubuh, pertumbuhan dan perkembangan sel-sel tubuh secara normal hingga pembentukan hormon dan jaringan ikat.

So, dengan banyaknya manfaat zat besi bagi tubuh, kita perlu nih untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian kita. Sebab kekurangan zat besi bisa menimbulkan efek buruk pada tubuh yang tidak bisa disepelekan seperti anemia, memicu rambut rontok, menimbulkan rasa lelah dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada bayi dalam kandungan.

Sayuran dengan Zat Besi Tinggi

Selain daging merah, sayuran ternyata juga mengandung zat besi yang tinggi lho teman-teman. Hal ini tentu menjadi sebuah kabar baik apalagi bagi mereka yang merupakan vegetarian. Nah, beberapa dari sayuran yang memiliki zat besi tinggi adalah sebagai berikut:

Bayam

Siapa sih yang tidak kenal dengan bayam. Bayam merupakan sayuran hijau yang sangat diminati--bahkan oleh Popeye! Nah, konon dalam 3 cangkir bayam terdapat kandungan zat besi hingga 18 mg. Kalau dibandingkan dengan daging, zat besi yang bisa kamu dapatkan dari 3 cangkir bayam lebih banyak ketimbang 3 ons daging sapi.

Brokoli

Sayuran kriting yang unik ini ternyata menjadi salah satu sayuran dengan zat besi tinggi. Selain kadar zat besi yang tinggi, brokoli juga mengandung antioksidan, vitamin K, C dan magnesium. Brokoli cocok untuk kamu konsumsi sebagai pemasok kebutuhan zat besi harianmu.

Bok Choy

Bok choy merupakan sayuran asal Cina yang memiliki kadar zat besi yang tinggi lho teman-teman. Setidaknya terkandung 1,8 mg zat besi dalam 1 cangkir bok choy. Selain itu, sayuran ini juga kaya dengan vitamin A.

Kale

Kale merupakan sayuran sejenis selada yang mengandung zat besi yang cukup tinggi. Setidaknya dalam 3 cangkir kale mengandung 3,6 mg zat besi.

Nah itulah beberapa sayuran dengan zat besi tinggi. Yang paling gampang dicari ya tentu bayam ya teman-teman. Ternyata Popeye gak bohong kalau makan bayam bisa bikin kuat--becanda. Well, sayuran memang dikenal sebagai makanan sehat yang mengandung serat dan zat bermanfaat bagi tubuh lainnya. Jadi, jangan enggan untuk makan sayur ya![] 

Ketika Seorang Mahasiswi Bingung dan Merasa Salah Jurusan

Suatu hari di sebuah agenda, yang saya diundang sebagai pematerinya, seorang mahasiswi bertanya tentang kebingungannya. Waktu itu saya "ngoceh" tentang strategi sukses di kampus. Nah, si mahasiwi cantik ini--ya cantiklah, masa ganteng coba--merasa jurusan dia jalani sekarang itu gak luas prospek kerjanya. Sebagian besar prospek kerjanya juga "tidak ramah" terhadap perempuan.

Oleh karena sebab itulah si doi jadi kurang termotivasi untuk menjalani perkuliahannya. Padahal ia sudah berada di tahun dua perkuliahan.

“Apa yang harus saya lakukan supaya bisa menemukan semangat atau motivasi dari diri sendiri?” tanya gadis itu.

Saya juga punya dua orang adik cewek yang kuliah di perantauan, kata saya. Keluarga kami memang bukan keluarga yang berlebih dalam finansial, tapi soal kesadaran akan pendidikan itu tak perlu diragukan. Mungkin dulunya perempuan terkungkung dalam paradigma "gak perlu sekolah tinggi karena toh kerjanya cuma di dapur, sumur dan kasur".

Tapi, please, itu pemikiran sudah gak bisa dipakai lagi alias sudah ketinggalan zaman.

"Justru sekarang perempuan mesti sekolah tinggi, meskipun di pascakampus nanti ia mengabdikan dirinya menjadi ibu rumah tangga semata!" lanjut saya dengan intonasi yang meninggi.

“Anak-anak kalian (perempuan) kelak punya hak untuk punya ibu yang terpelajar….” jawab saya atas pertanyaan mahasiswi tadi “… dan perempuan yang mendedikasikan dirinya menjadi ibu rumah tangga itu jauh lebih mulia dan bergengsi ketimbang berkarir di luar (rumah).”

Kasus yang sama tentu tidak hanya terjadi pada mahasiswi itu. Bahkan saya sendiri juga menjadi korban salah jurusan. Tapi bukan berarti anggapan yang merasa diri kita salah jurusan itu buat kita malas untuk berjuang.

Kalau sampai kejadian, itu bisa dibilang keterlaluan, bukan?

Kuliahnya kita jadinya cuma ngabisin duit orang tua saja. Belum lagi sakitnya hati orang tua di-PHP-in, satu-satunya pilihan adalah survive dan selesaikan itu dengan sebaik mungkin. Dan lagi, orientasi kuliahnya jangan buat cari kerjaan, tapi sebaliknya untuk bangun lapangan pekerjaan.

Baca juga: Saya salah jurusan, jangan dicontoh!

Lebih lanjut saya sampaikan, tak apa jika tidak bekerja di bidang yang sama dengan prodi kita. Tapi pada dasarnya kuliah itu kan untuk mengubah cara pikir kita terhadap sesuatu. Dengan modal itulah seharusnya mahasiswa bisa bertahan di garangnya kehidupan pascakampus. Entah itu ia akan jadi wirausahawan, aktivis LSM dan sebagainya.

Intinya, jangan terpaku dan sibuk memikirkan kerja di mana, tapi pikirkan bagaimana mengumpulkan bekal sebaik mungkin agar bisa digunakan kelak.

Ada perempuan cantik, kemudian yang cowok-cowok ini suka (ngelirikin peserta cowok), tapi pas dia tahu si cantik itu pendidikannya rendah, berkuranglah ketertarikan itu. Hampir semua cowok rasanya pengen dapat pendamping yang cerdas--tapi tentu cowoknya juga harus ngaca, biar nanti jodohnya sepadan.

Pokoknya itu dulu, kuliah dan berjuang sebaik mungkin. Rezeki sudah ada yang ngatur, selama kita masih mau berusaha, Allah itu Maha Adil.

Pada akhirnya, saya berbicara panjang lebar bahkan hingga linearitas studi saya yang gak linear. Jadi curhat colongan gitu. Tapi gak apa-apalah sebagai penguat argumen dan nasehat. Saya gak tau apakah mahasiswi yang nanya itu sudah puas dengan jawabannya atau tidak, tapi saya lihat beberapa kali ia tertegun dan mengangguk. Semoga jawaban ditambah curcol itu cukup untuk menjelaskan bahwa tak ada yang sia-sia selama kita memiliki niat dan berada di jalan yang benar.

Semoga juga tulisan yang sekadar ocehan random ini punya paling tidak sedikit hal yang bisa menebus waktu yang pembaca habiskan. Akhirnya saya teringat sebuah pepatah populer "di mana ada niat, di situ ada jalan".

Kalau gak ada? Ya, buat jalannya sendiri. Percayalah pada kemampuan kita, karena kita adalah generasi terbaik negeri ini.[]

Resolusi Pengantin Baru, Pengen Traveling Beneran ke Pekanbaru

Sumber foto: indonesia.travel (situs resmi Kementerian Pariwisata RI)
Pekanbaru bukanlah kota yang jauh dari kota domisili saya. Jaraknya hanya sekitar 310,3 km. Dekat bukan? Secara geografis memang dekat, tapi secara waktu tempuh tidak. Jakarta jauh lebih dekat dari Padang menurut waktu tempuh (2 jam maksimal pakai kapal terbang). Sedangkan ke Pekanbaru butuh setidaknya 8-9 jam via jalur darat. Memang sih bisa ditempuh dengan jalur udara, hanya saja cost-nya jauh lebih besar dan tidak banyak penerbangan langsung dari Padang ke Pekanbaru.

Pertanyaannya, apakah informasi itu penting?

Bagi saya itu penting, terutama karena sekarang sudah super sibuk mengurusi disertasi dan diburu deadline agar segera tamat dari pendidikan S3 atau doktoral. Kalau tidak tamat semester ini, tidak ada lagi beasiswa untuk semester berikutnya. Jika harus bayar semester selanjutnya, uang semesterannya cukup untuk dipakai berlibur bareng istri ke tempat romantis di jagad raya! Duh, mohon  maafkan ke-lebay-an saya.

Faktanya memang saya kurang piknik, akibat sibuk melulu urusan akademis--sempat-sempatnya curhat colongan. Sering sih terpikir untuk pergi berlibur, traveling ke mana gitu. Tapi memang semestinya rencana liburan itu dibuat ya. Dibuat logis, lengkap dengan destinasi, situs-situs apa yang akan dikunjungi, jadwal selama liburan hingga akomodasi selama liburan ke tempat tujuan.

Dan, Pekanbaru adalah destinasi traveling yang pengen banget saya kunjungi tahun ini.

Kenapa Mesti ke Pekanbaru?

Jaraknya yang dekat dengan kota domisili

Anda yang punya kesibukan seabrek pasti sangat paham bahwa merencanakan liburan itu bukan perkara yang mudah. Pertama, mencari waktu kapan ingin berlibur. Kedua, mencari tujuan liburan yang harus sesuai dengan alokasi dana dan waktu. Sisanya adalah perkara probabilitas alias kemungkinan atau peluang. Mungkin tidak ya, jika saya merencanakan liburan ke kota ini. Atau kota itu. Atau bahkan luar negeri. Sementara pekerjaan anda menghantui dan bisa jadi ada task dadakan yang memaksa anda harus segera pulang. Solusi dari semua itu adalah mencari destinasi wisata yang dekat.

Jarak Pekanbaru dengan Padang yang tidak begitu jauh membuat saya menjadikan kota orang Melayu ini sebagai tujuan dalam resolusi traveling saya tahun ini. Pertimbangannya karena dekat, murah di ongkos dan sesuai dengan waktu libur yang tidak terlalu lama. Bagi saya, memilih tempat berlibur yang terjangkau adalah pilihan yang baik. Bagaimana menurut anda?

Banyak keluarga besar yang menetap di sana

Saya kira hampir semua kita pernah mendengar peribahasa yang satu ini: sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Atau, sambil menyelam minum air. Nilai tersirat dari kedua peribahasa itu adalah tentang efisiensi. Jika ada kesempatan untuk melakukan berbagai hal dalam satu waktu, tentu itu lebih baik. Dalam menentukan destinasi wisata saya biasanya menimbang hal apa saja yang bisa saya lakukan di sana. Apakah kemungkinannya hanya untuk pelepas stres saja, atau ada kebermanfaatan lain yang bisa diperoleh sembari traveling itu.

Kota Pekanbaru bukanlah kota yang asing bagi saya sebab banyak kerabat atau keluarga besar yang berdomisili di situ. Traveling itu penting, tapi menyambung tali silaturahmi juga penting. Ketika kedua hal penting ini bisa dilakukan dalam satu waktu, itu adalah hal yang sayang untuk ditolak, bukan?

Beberapa destinasi wisata di Pekanbaru (sumber gambar: www.tripzilla.id)


Berbagai destinasi wisata, selain hiruk-pikuk kota

Pekanbaru memanglah kota yang sibuk. Beberapa tahun yang lalu ketika saya ke Pekanbaru, saya menginap di Panam yang masih daerah pusat kota. Sudah menjadi kebiasaan saya, sulit memejamkan mata ketika "pindah tidur" dari rumah. Alhasil saya masih terjaga walau telah lewat tengah malam. Saya menengok suasana jalanan di luar. Di Padang, jam segitu sudah mulai sepi tapi di Pekanbaru lewat tengah malam pun masih terdengar ramai sesuara kendaraan bermotor. Banyak anak muda yang tampak masih beraktifitas di jejalanan kota.

Bersanding dengan Medan dan Palembang, Pekanbaru termasuk kota besar di Sumatera. Suasana hiruk-pikuk, memang sudah bawaan dari kota besar. Tapi meskipun demikian, banyak destinasi wisata kota ini ketika para pelancong ingin menenangkan diri. Dimulai dari pusat hiburan keluarga, taman bermain hingga tempat wisata yang asri dan menenangkan.

Sebutlah Rainbow Hills atau Bukit Pelangi yang lagi hits dan instagramable banget, Bukit Kapur Air Hitam yang tak kalah eksotis, danau buatan "Lembah Sari" yang tak kalah menawan, Desa Wisata Okura, Riau Fantasi dan banyak destinasi lainnya. Jika anda penasaran tempat wisata apa saja yang layak untuk dikunjungi ketika ke Pekanbaru, saya sarankan untuk membaca artikel berikut ini: https://blog.reddoorz.com/2018/07/19/6-tempat-wisata-di-pekanbaru/

Pusat perbelanjaan modern yang lengkap dan besar

Sebagai kota besar tentu saja dilengkapi dengan pusat perbelanjaan modern yang lengkap dan besar. Berbagai mal dan plaza bisa dengan mudah anda kunjungi untuk memenuhi keinginan berbelanja anda--terutama kaum perempuan. Setidaknya ada 11 mal dan plaza yang populer di kota Pekanbaru. Wow. Di Padang jumlah mal dan plazanya masih bisa dihitung jari, he he. Beberapa dari mal dan plaza populer itu adalah Mal SKA, Ciputra Seraya dan Living World.

Jadi saya bisa ngajak istri ke mal, walaupun cuma buat lihat-lihat dulu alias cuci mata. Kalau ada item bagus dan budget cukup ya dibeli, kalau tak cukup dan si doi merengek belanja terus. Ya, diajak ke Pasar Bawah, Pekanbaru saja.

Ada pula wisata belanja murah di Pasar Bawah

Bagi sebagian orang, berbelanja di mal dan plaza bukanlah bagian dari gaya hidupnya. Mereka lebih suka belanja ke pasar tradisional atau pasar rakyat dan sebagainya. Selain pertimbangan harga, mereka juga getol dan hobi untuk melakukan "ritual" tawar-menawar. Bagi mereka yang mempunyai prinsip seperti ini, di Pekanbaru ada kok pusat perbelanjaan murah yaitu Pasar Bawah.

Konon Pasar Bawah merupakan pasar tertua di kota bertuah yang terletak dekat dengan tepi sungai Siak dan pelabuhan. Di pasar ini, pelancong dapat menemukan berbagai barang antik dan oleh-oleh menarik yang bisa dibawa pulang untuk keluarga. Selain barang yang dijual di sana unik-unik, bangunan pasar ini juga menarik karena membawa gaya melayu dengan paduan warna hijau dan kuning serta memiliki 4 lantai. Setiap lantai menawarkan jualan yang berbeda-beda. Lantai 1 diisi dengan berbagai macam kuliner khas melayu dan lainnya. Lantai 2 diisi dengan lapak souvenir dan pernak-pernik. Di lantai 3 banyak yang berjualan tas dan sepatu. Sedangkan lantai 4 adalah pusat berbelanja pakaian.

Setidaknya 5 hal di atas menjadi alasan utama saya mengapa memilih Pekanbaru sebagai destinasi dalam resolusi traveling saya tahun 2019 ini.
Ini lho alasan saya pengen ke Pekanbaru


Terakhir Kali Saya ke Pekanbaru, Nyesek Banget

Hampir saja saya tidak dapat penginapan pada malam itu, padahal jam sudah menujukkan lewat pukul 12 malam. Untunglah tak jadi menggelandang.
Jadi ceritanya saya sampai di kota Pekanbaru itu sekitar jam 8 malam, hari Jumat 28 September 2018, setelah diturunkan oleh sopir travel di pinggir jalan, karena tempat yang saya tuju diluar wilayah operasi mereka. Kesudahannya saya kontak sepupu untuk menjemput traveler malang ini. Dengan motor matik ia terobos jalanan yang berkabut pada malam itu. Barulah, sekitar hampir pukul 9 malam saya sampai di rumah mereka.

Karena masih bimbang apakah menginap saja di rumah sepupu atau memesan kamar di hotel sebelum berangkat acara, akhirnya saya ngalor-ngidul dulu hingga hampir jam 12 sembari menunggu suami sepupu saya pulang ke rumahnya. Sebab jarak yang memisahkan kami, kali itu kesempatan pertama saya berkenalan dengan ipar saya itu. Setelah berkenalan dan bercerita akrab barulah saya pergi ke pusat kota Pekanbaru dan diantar olehnya hingga ke parkiran hotel.

"Mau ditemani sampai ke dalam? sampai dapat kamar lah." tawar ipar saya itu.
"Tidak usah, sampai sini saja cukup, saya bisa sendiri kok." tolak saya karena memang sudah larut malam. Segan jika harus merepotkannya lebih lama.

Akhirnya ia pulang ke rumahnya, sementara saya ditinggal dengan bekal motor pinjaman agar, katanya, saya bisa jelajahi kota Pekanbaru setelah selesai acara besok. Tapi setelah itulah "perkara" itu dimulai.

Ketika saya memesan kamar di front office hotel, saya tidak bawa uang tunai di dalam dompet. Saya tawarkan kartu kredit, tapi celakanya jaringan mereka bermasalah. Saya diminta menarik uang tunai di ATM depan hotel, tapi celakanya lagi jaringan ATM-nya juga bermasalah. Ya Allah, mana jarum jam sudah menunjukkan setengah 1 malam. Mereka menyarankan saya cari ATM di SPBU terdekat, itu artinya saya harus menelusuri jalanan kota semalam itu. Bagaimana jika saya dibegal sama orang-orang tidak bertanggung jawab. Bagaimana jika saya tersesat. Berbagai pikiran buruk menghantui saya.

Bermodal Google Maps saya coba cari hotel yang baru. Saya kebut motor menuju hotel itu. Alamak. Meskipun sudah mengikuti GPS saya tetap tersesat. Semalam itu saya terobos jalanan kota mencari hotel lainnya--di tengah kekalutan, saya bahkan menerobos jalan yang harusnya satu arah. Kesudahannya saya memang mendapatkan kamar untuk menginap di sebuah hotel, tentu dengan kartu kredit tadi. Setelah check in saya menuju kamar tapi tetap tidak bisa tidur meskipun sudah hampir jam 2 malam.

Bagaimana caranya tidur setelah mengalami hal yang seperti itu? Mana istri tidak dibawa. Sementara esoknya, Sabtu 29 September 2018, saya harus hadir pagi-pagi sekali di lokasi acara. Malamnya saya harus balik lagi ke Padang karena ibu negara yang minta cepat pulang.

Intinya kali terakhir saya ke Pekanbaru itu nyesek banget. Sudahlah keburu waktu. Tidak direncanakan dengan matang. Pergi menjomblo alias tidak bawa istri. Buru-buru pulang. Dapat pengalaman tidak mengenakkan juga karena kurang persiapan. Karenanya tahun 2019 ini, Pekanbaru saya tambahkan menjadi destinasi wisata dalam resolusi traveling saya. Mumpung masih bisa dibilang pengantin baru--baru hitungan bulan maksudnya. Katakanlah berbulan madu ke luar kota, sesuatu yang belum sempat kami lakukan meski telah menikah sejak Juli tahun lalu karena kesibukan ini dan itu.
Terakhir kali ke Pekanbaru cuma buat urusan "kerja"

Begini Rencana Jadwal Traveling ke Pekanbaru Kami

Belajar dari pengalaman, agar traveling-nya tidak terancam gagal, ia mesti direncanakan dengan sebaik mungkin. Kan kacau juga kalau pengalaman yang saya tuliskan di atas terulang kembali. Jadi mesti direncanakan mulai dari jadwal, tempat menginap hingga tempat wisata yang ingin dikunjungi. Namanya juga resolusi, semakin ia terukur semakin besar kemungkinan untuk bisa diwujudkan. Oleh karena itu, saya coba lihat-lihat kalender tahun 2019, kapan ya kira-kira ada waktu untuk liburan. Alhasil, saya mendapatkan sebuah long weekend yang saya rencanakan untuk dipakai traveling ke Pekanbaru itu. Dan tanggal itu adalah 18-21 April 2018--tepat sehari setelah Pileg dan Pilpres--cocoklah sebagai "pil" pengobat stres, he he.

Berikut jadwal lengkapnya:

Kamis, 18 April 2019
Sekitar pukul 20.00 WIB, malamnya kami naik travel ke Pekanbaru. Estimasi waktu perjalanan sekitar 8 jam dan sampai besok sekitar waktu subuh--kalau jalan lancar-lancar saja. Atau paling lambat sampainya jam 8 pagi.

Jumat, 19 April 2019
Pagi sekitar subuh atau jam 8 paling lama sampai di Pekanbaru. Tempat transit pertama adalah rumah saudara. Melepas penat barang sebentar. Bercengkrama. Membersihkan diri. Menyerahkan oleh-oleh yang dibawa dari Padang dan hal-hal penting lainnya. Kemudian sekitar jam 11.00 siang sudah bersiap-siap untuk pergi ke Mesjid Agung An Nur yang dikenal sebagai Taj Mahal-nya orang Riau dan salat Jumat di situ. Nah, pas. Sekalian salat Jumat bisa wisata ruhani juga di lokasi itu. Berburu foto untuk dokumentasi pribadi dan kalau bisa juga untuk dibuat artikel di blog. Lalu, sorenya kami sempatkan untuk mampir dulu ke Taman Wisata Alam Mayang yang hanya berjarak 8 km dari Mesjid Agung An Nur. Biar liburannya tambah afdhol inginnya ngajak kenalan yang berdomisili di Pekanbaru meet up di Taman Wisata Alam Mayang hingga senja menjelang.

Namun sebelum keburu senja, tempat menginap tentu harus disiapkan. Penginapan di Pekanbaru sangat banyak, namun biar proses pemesanan hotel atau pun kamar menginap menjadi mudah kami akan pesan melalui aplikasi atau web RedDoorz. Kenapa tidak datang saja langsung ke penginapan dan pesan di lokasi? Ya, saya kapoklah dengan pengalaman terakhir ke Pekanbaru itu. Saya tidak ingin bertaruh dengan memilih penginapan yang random, takutnya tidak nyaman sehingga "bulan madu" kami jadi kurang berkesan. Pesan kamar di RedDoorz dijamin nyaman, terjangkau di kantong dan berbagai keuntungan lainnya. Tentang ini akan saya ulas di bagian setelah ini ya.

Sabtu, 20 April 2019
Karena dapat kesempatan liburan itu langka, sedari pagi kami harus siapkan semuanya. Pokoknya hari Sabtu harus menjelajahi minimal 3 tempat wisata--maunya semuanya, tapi apalah daya manusia dengan segala keterbatasannya. Tiga tempat wisata yang paling ingin kami kunjungi adalah Rainbow Hills, Bukit Kapur Air Hitam dan Perpustakaan Soeman HS. Pagi hingga menjelang tengah hari adalah waktu yang pas bagi kami untuk nge-date ke Rainbow Hills dan Bukit Kapur yang instagramable banget. Ambil foto sampai puas di sana. Siangnya, bakda zuhur, mulai balik ke pusat kota dan mampir dulu di Perpustakaan Soeman HS untuk melihat dan membaca koleksi bukunya--sebutlah wisata literasi, masa blogger malas baca *ceramahi diri sendiri*. Khusus hari Sabtu, perpustakaan dengan bangunan unik ini buka hingga pukul 15.00 WIB. Tujuan selanjutnya, setelah ashar, adalah Pasar Bawah demi memboyong pulang beberapa oleh-oleh untuk keluarga tercinta dan kalau-kalau ada kolega yang nyinyir bertanya "mana oleh-olehnya?".

Setelah capek berputar-putar dari satu destinasi wisata yang satu ke lainnya, kami kunjungi lagi Mesjid Agung An Nur untuk melihat view cantiknya ketika malam hari. Setelah itu bisa mampir dulu ke salah satu mal, seperti Mal SKA sebelum kembali ke penginapan untuk beristirahat. Niatnya cuci mata dulu ya, kalau ada yang menarik? Hmm, itu urusan nanti lah. Ha ha.

Minggu, 21 April 2019
Sebenarnya ingin sekali lebih lama liburan di Pekanbaru andai besoknya bukan hari Senin. Yah, ketika Senin tiba sudah waktunya kembali bekerja. Menimbang waktu tempuh perjalanan yang cukup lama, kami rencanakan untuk berangkat ke Padang pagi harinya, yaitu Minggu 21 April 2019 pukul 08.00 WIB. Setelah check out dari penginapan kami langsung berangkat menggunakan travel agar bisa sampai di Padang malam harinya. Biar punya waktu istirahat yang cukup dan bisa berangkat kerja dengan bugar esok harinya.

Well, begitulah kira-kira rencana traveling kami ke Pekanbaru. Mudah-mudahan ada kesempatan sehingga bisa terwujud. Aamiin. Insyaa Allah. Kalaupun belum ada kesempatan berangkat di tanggal yang direncanakan, dicoba cari tanggal penggantinya.

Oh ya, tadi saya sempat mention RedDoorz ya? Kenapa harus RedDoorz, bukan yang lain? Barangkali ini bisa jadi pertimbangan bagi sahabat pembaca dan traveler lainnya. Yuk, mari disimak ulasan saya.
Jadwal traveling ke Pekanbaru (desain kalender dari freepik.com)

Alasan Mengapa RedDoorz Cocok Jadi Sahabat Traveling Kita

Jika anda telah membaca artikel ini sampai pada bagian ini, percayalah anda telah membaca ribuan kata dan belasan ribu aksara. Saya ucapkan terimakasih atas waktunya. Namun, agar waktu yang telah anda investasikan membaca artikel ini bermanfaat, saya ingin rekomendasikan satu jaringan hotel yang telah berpengalaman di Asia Tenggara, yaitu RedDoorz. Ada beberapa alasan mengapa RedDoorz mesti saya (dan juga anda) pilih sebagai teman traveling, yaitu sebagai berikut.


Akses Mudah via Aplikasi dan/atau Website

Aplikasi RedDoorz sendiri sudah dipasang lebih dari 1 juta kali di platform Android, dengan rata-rata rating 4,7 dari 16 ribu lebih ulasan. Pemasangan aplikasi dari awal juga sangat mudah--kita bisa login dengan menggunakan akun Facebook atau Google+. Ketika awal pemasangan kita akan diperlihatkan pada tagline andalan RedDoorz yaitu kualitas terjamin, harga terjangkau, 6 layanan jaminan RedDoorz, dan booking mudah. Selain via aplikasi, kita juga bisa mengakses RedDoorz via website di https://www.reddoorz.com/.

Harga Sewa yang Tidak Akan Menyiksa Kantong

Meskipun anda adalah traveler dengan kantong tebal, memilih hotel dengan harga yang terjangkau tetap baik demi menekan pengeluaran anda. Kamar hotel di RedDoorz disewakan dengan harga terjangkau sehingga anda bisa menambah budgeting lainnya seperti untuk beli oleh-oleh misalnya atau lain sebagainya. Sewa kamar untuk satu malam di Pekanbaru, bahkan bisa dengan mulai Rp. 99.000 saja--sudah termasuk pajak pula. Nah, pertimbangan harga bagi saya sangatlah penting, karena smart traveler itu mesti pintar mengelola budget traveling-nya.

Ada "Uang Kembalian" Setiap Selesai Pesan Kamar

Hal menarik lainnya adalah adanya "uang kembalian" yang dinamakan sebagai RedCash. Nah, setiap kali kita menyelesaikan pemesanan hotel ada angka yang akan ditambahkan ke saldo RedCash kita. Saldo ini dapat kita gunakan kembali lain waktu saat memesan kamar hotel di RedDoorz sebagai potongan harga hingga 25% lho. Menarik dan hemat, bukan?

Garansi Layanan RedDoorz yang Tak Dapat Ditolak

Soal kenyamanan anda tidak perlu ragu. RedDoorz berani memberikan garansi layanan yang meliputi wifi gratis, televisi satelit, air mineral, sprei bersih, kamar mandi bersih hingga perlengkapan mandi. Garansi layanan ini sangat membantu traveler yang ingin mendapatkan penginapan yang nyaman dengan fasilitas hiburan yang lengkap.

Baik atau buruknya kesan sebuah liburan itu salah satu faktornya adalah kenyamanan tempat menginap, bukan?

Ulasan Positif dari Pengguna

Tidak hanya ulasan di Google Play Store, ulasan untuk masing-masing kamar hotel RedDoorz dengan rating "Sangat Baik" dan "Luar Biasa". Ulasan tersebut merupakan ulasan organik loh dari traveler yang telah menggunakan jasa RedDoorz untuk tempat menginap mereka--alias bukan kaleng-kaleng. Dengan kata lain, RedDoorz telah memberikan pengalaman menginap terbaik bagi banyak traveler yang menjadi penggunanya.

Lima hal di atas hanyalah sebagian dari berbagai kelebihan RedDoorz sebagai teman traveling. Selain itu properti RedDoorz telah tersebar di 23 kota di Indonesia, serta beberapa kota di Filipina, Singapura dan Vietnam dan akan terus berekspansi ke kota baru lainnya.

jadi... buka RedDoorz sekarang juga!
Alasan mengapa saya pilih RedDoorz

Akhir Kata

Faktanya memang setiap orang punya kesibukannya masing-masing. Kesibukan itu membuat mereka kesulitan untuk merencanakan kegiatan yang bertemakan refreshing seperti traveling dan sebagainya. Oleh karena itu, jika memang ada keinginan untuk berlibur dan traveling ke suatu tempat, rencanakanlah jauh-jauh hari dan dengan matang.

Bagi saya sendiri, Pekanbaru adalah kota yang berkesan. Sedari kecil saya sudah sering mengunjungi kota ini. Hanya saja, di kunjungan-kunjungan sebelumnya belum pernah ada yang diniatkan untuk pergi traveling atau liburan beneran, hanya sebatas mengunjungi kerabat dan soal pekerjaan. Tahun ini saya berencana untuk ke Pekanbaru lagi, tentu kali ini mesti benar-benar berlibur. Bersama istri. Dengan rencana yang sudah rapi. Sembari berlibur tetap bersilaturahmi. Agar sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui.

Itulah resolusi traveling saya, bagaimana dengan anda?[]